Aurat, Mana tahan?
Coba tebak 4 kriteria berikut: Putih, mulus, seksi, telanjang bulat. Apa yang ada dalam pikiran kamu? Hayoo…jangan ngeres! Jawabannya adalah: Sapi. Hehehe.
Sobat muslim, melihat mode yang ngetrend di zaman core 2 duo ini memang benar-benar edan. Gimana tidak, coba aja perhatikan kehidupan di sekeliling kita, remaja saat ini pada gandrung dengan pakaian-pakaian yang katanya serba praktis dan ekonomis. Itu tuh, kostum kesebelasan sundel bolong alias you can see. Hmm, baru-baru ini juga lagi Booming celana pensil (Walah, bisa-bisa pabrik pensil gulung tikar nih!).
Inilah faktanya sodara-sodara, kehidupan remaja sekarang telah menunjukkan bahwa memang demikian cepat penyebaran pakaian “modern” ini. Contoh kecilnya ketika saya pergi ke Mall-Mall. Wuih, rasa-rasanya seperti memasuki dunia lain. Dunia Aurat! Hampir keseluruhan ceweknya musti pake pakaian yang membuat saya ingin lari (lari apa nih maksudnya? Lari mendekati atau? Yee.. nggak lah yaw!). Pikir-pikir, mereka kok suka nantangin kaum Adam dengan pakaiannya yang imut-imut, itupun belum lagi ditambah dengan gayanya yang centil alias cengengesan penuh kutil. Walah!
Lelaki mana sih yang mampu mengalihkan pandangannya saat melihat sapi pake you can see, eh, cewek ding? Kalo laki-laki “shalih” sih saya yakin masih bisa manahan diri, walaupun saya juga yakin itu sangat berat. Lha kalo laki-laki “salah”? Melihat yang putih, yang mulus, yang seksi? (Saya tidak bilang sapi lho!). Bisa-bisa mengganggu stabilitas nasional! (Cieh, bahasanya pejabat banget neh!).
Iya, dulu ada pengalaman salah seorang teman yang pernah sebangku. Doi pernah cerita, katanya pas di jalan melihat cewek seksi, dari arah belakang terlihat seperti Madonna, eeh pas dilihat dari depan malah mirip Maradona; yang sejatinya pemain sepak bola tapi malamnya nyambi jadi tukang jaga kebun. Wakaka, sory yeiy! Gubrak! Wah, rugi dong, sudah tekor iman, tontonannya mengecewakan pula. Hahaha!
Maka bagaimana sekarang dengan keadaan di sekeliling kita ini yang hampir saban hari dan saban tempat ada pemandangan aurat yang mengundang sahwat? Ini bisa merusak keimanan kita, cing! Bukankah iman akan bisa berkurang ketika melakukan kemaksiatan? Sementara di waktu yang sama aurat-aurat itu seakan-akan memaksa kita untuk melakukan maksiat. Hhh, gimana nggak sedih coba? Awalnya maksiat mata, lalu ke maksiat pikiran, dan dilanjutkan lagi dengan maksiat perbuatan.
Lho mas, itu kan tergantung orangnya masing-masing? Itu kan yang salah yang otaknya suka ngeres? Ya iya sih, tapi setidaknya kalo orang itu bebas mempertontonkan auratnya, berarti sama dengan memberikan “fasilitas” bagi orang lain untuk berotak ngeres. Memberikan ‘tontonan’ gratis yang kemudian mampu memicu timbulnya sahwat. Nah, gimana kalo sudah begini? Makanya dari sekian pelaku kriminal pemerkosaan dan perbuatan cabul, ketika ditanya kenapa mereka melakukan perbuatan itu, sebagian besar mereka mengaku karena habis menonton film donal bebek! (hehe..kamu tahu lah donal bebek itu film apaan? Ya film kartun! Hehehe). Nah tuh, bener kan? Jadi, ketika seseorang itu merelakan dirinya untuk mengumbar aurat, maka sama artinya memberikan “inspirasi” kepada lawan jenisnya untuk “berimajinasi”, yang kemudian sangat rentan dilakukan pemenuhan alias “ekspresi”. Hmm, maka jangan salahkan kalo ekspresi itu sampe dilampiaskan dengan cara memperkosa. Hiii, ngeri euy!
The real terrorist
Hati-hati! Ini jaman adalah jamannya teroris! Kalo teroris yang diberitakan di TV-TV adalah orang yang menggunakan bom, maka baru-baru ini diketahui komplotan teroris baru. The real terrorist!
Ini penting. Kamu saya beritahu sekarang ini agar segera pasang kuda-kuda, agar selalu waspada. Beneran lho, bahkan saking bahayanya sampe-sampe belum banyak yang bisa mengendus pengaruh kejahatannya. Baiklah, catat baik-baik. Bahwa teroris sekarang ini ciri-cirinya bukan lagi pake Mobil Tank, tapi pake Tank Top! Pake Tank Top, bro!! Tank Top!! Seru banget, eh, parah banget kan?
Sobat muda muslim, sebenarnya kata “teroris” ini merupakan kata yang bermakna umum. Intinya usaha untuk menciptakan ketakutan, atau sesuatu yang berbau mengancam. Sedangkan kata “teroris” itu sendiri adalah si pelaku teror. Ketika kamu SMS lawan jenis kamu, “Dalam waktu 1 x 24 jam kamu harus mau jadi gebetan gue! Kalau tidak, gue nangis sehari semalam!!”, nah itu sudah berbau teror namanya. Atau, kamu nentengin golok di pasar-pasar sembari sesumbar dengan suara lantang, “Lo gak tau siapa gue?! Nih KTP gue, nama gue Mamat!!! Siapa gak setor uang keamanan ke gue, gue tebas leher elo!”, hmm…termasuk juga daftar teroris itu. Lebih-lebih para pejabat yang memakan uang rakyatnya, wah…itu sih malah gembongnya teroris! Jadi bukan setiap orang islam yang berjenggot, bergamis, dan celana setengah betis yang mesti identik dengan kata “Teroris”. Itu mah stigmatisasi atau propaganda orang Barat dan konco-konconya untuk memecah belah umat islam. Betul itu! Padahal mereka sendiri –yakni Amrik dan sekutunya- yang justru jadi teroris dengan membantai kaum muslimin di negeri-negeri muslim. Yah, dalam posisi begini berarti pas banget ama lantunan lagunya Iwan Fals, “…maling teriak maling. Sembunyi balik dinding…”. Sorak-sorak: Huuu!!
Lalu apa hubungannya aurat dengan teroris? Uhuk, uhuk! Sory batuk. Begini, coba perhatikan akibat-akibat dari “eksploitasi” aurat sekarang ini, bahwa karena hal inilah banyak teman-teman remaja kita yang terhambat produktifitasnya. Mikirnya ngeres mulu sih, akhirnya susah konsentrasi ke pelajaran. Mau buka LKS Matematika aja yang muncul malah rumus-rumus ciuman pertama. Buka buku Biologi malah yang muncul gambar “xxx” (Keterangan: itu yang xxx artinya gambar kodok! Hehehe…sensor ah!). Gaswat banget kan? Belum lagi nanti imbasnya kepada Moral atawa Akhlak. Terlihat banget kok orang-orang yang hoby melototin aurat (idih, bilangnya hoby?). Jangankan mau menghafal Al-Quran, rumus-rumus Hukum Newton dalam pelajaran Fisika jadi amblas. Maka akhirnya, Kaum muslimin sekarang ini menjadi lemah karena generasi-generasinya dijajah pikirannya dengan “tradisi” umbar aurat. Lebih tepatnya: Diteror dengan tayangan-tayangan aurat! Astaghfirullah…
Sobat muslim, sebenarnya tidak hanya kita merasa terteror dengan maraknya aurat dimana-mana, kita juga merasa diperkosa! (Wataw! Apalagi ini? Masak iya sih?). Ya iyya lah…masak iya iya dong, mulan aja jamilah bukan jamidong. Maksudnya begini sayang, kamu tahu orang yang diperkosa itu kan merasa dipaksa-paksa. Aslinya tidak bersedia tetapi tetap aja ditodong agar mau melayani. Lha, kita itu hampir sama posisinya dengan orang yang diperkosa itu. Di jaman sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan) ini, dengan seabreg objek-objek sahwat yang sengaja dibiarkan bergentayangan ini, kita yang sudah mulai paham tentang islam merasa terganggu, merasa dipaksa-paksa untuk melakukan maksiat. Tadinya saat berdzikir di masjid kita mau bertobat, nentengin tasbih sambil nangis-nangis, eeh sesudah keluar masjid baru aja pake sendal jepit sebelah sudah dijejali tontonan yang berbau sahwat. Akhirnya bubar grak lagi kan? Hmm, dasar!
Menyalahkan diri kita sendiri yang mudah tergoda memang sudah mesti, tapi bagaimana dengan aurat-aurat yang bergentayangan itu? Apa kita nggak boleh menyalahkan mereka yang mengumbar sahwatnya, sementara mereka telah “memperkosa” keimanan kita? Nggak bisa gitu dong, kagak adil alias njomplang, brur! Ibarat kita kalo rumahnya dimaling, kita mau gebukin itu maling malah kita yang terkena pasal kekerasan dalam rumah tangga. Waduh!
Jadi, seharusnya perkara ini justru harus diperhatikan betul. Negara wajib mengontrol masyarakatnya agar tidak boleh mempertontonkan auratnya. Atau melarang beredarnya media-media yang mempertontonkan aurat. Bukan karena apa-apa, apalagi sok suci bin sok islami, tapi setidaknya ini dapat melindungi masyarakat dari meningkatnya angka kriminalitas perbuatan asusila. Dan khususnya bagi generasi muda pikirannya akan lebih terjaga, nggak horni mulu. Toh ini juga dalam rangka menjalankan perintah Allah dan menghargai diri manusia supaya tidak mengobral apalagi sampe berniat cuci gudang auratnya. Jaim (jaga imej) dong! Emangnya barang apaan, diobral-obral?
Nah sobat muslim, jadi jangan hanya berpikir kaum perempuan aja yang biasa jadi korban pemerkosaan, kaum laki-laki juga demikian, setidaknya “pemerkosaan” iman. Makanya bagi kamu yang laki-laki, kalo pas datang di sekolah, di kampus, atau di Mall-Mall kamu ketemu ama perempuan-perempuan yang berpakaian mini, maka segeralah lari ke satpam sembari teriak sekeras-kerasnya, “Tolooong!! Saya diperkosaaaa!!!” Hehehe.. Berani nggak? Terus terang saya sendiri masih pikir-pikir untuk melakukan aksi nekat itu.
Selasa, 10 November 2009
Rabu, 22 Juli 2009
InspirAction

Prolog: Get your inspiration!
Tidak semua orang mempunyai peta hidup. Malah, kebanyakan menjalani kehidupan dengan mengalir, apa adanya, katanya. Padahal, jika sang waktu diibaratkan sebagai sungai, dan kita hanya nurut membuntut pada arus sungai tersebut, maka kita tak ubahnya seperti kotoran. Tak berpendirian. Tak mengerti arti masa depan.
Ada satu cerita yang cukup menggelitik saya waktu lalu. Adalah Jamil Azzaini, seorang Inspirator Sukses Mulia yang hidupnya penuh dengan target dan rencana secara tertulis. Satu waktu ia pernah menulis sebuah proposal, untuk kemudian ditujukan kepada Tuhan. Pikir-pikir, orang ini kok rada-rada gila. (Hush! Jangan bercanda). Lha, saya serius!
Segala rencana, harapan, dan cita-cita telah tertulis lengkap dalam proposal. Ketika ia pergi haji ke tanah suci, serta merta proposal itu masuk dalam daftar barang terpenting untuk dibawa ke tanah suci. Benar-benar aneh dan nyeleneh, bukan? Dan jangan ditanya, ketika ia sampai di Makkah, di depan Ka’bah tepatnya. Ketika ia thowaf dan berdoa, ia malah mengacung-acungkan proposalnya tinggi-tinggi ketika para Jamaah yang lain komat-kamit berdoa dengan menghabiskan waktu berlama-lama. Apa yang dilakukan Jamil Azzaini ini, ternyata cukup berucap singkat, ”Ya Allah, kabulkanlah semua harapan yang saya tulis di proposal ini.” Hahaha, Anda boleh tertawa sepuasnya!
Hmm, salahkah kelakuan Jamil Azzaini diatas? Ah, saya kira tidak juga. Malah, dengan proposalnya itu saya yakin jalan hidupnya lebih terkonsep rapi daripada para Jamaah haji yang lainnya. Nah, barangkali Anda setuju dengan Jamil Azzaini, meski terasa geli, tapi boleh juga cara itu untuk dicoba. Terus terang saja, saya sendiri belum berani untuk segila itu. Hahaha!
Lain ladang lain belalang. Mungkin demikian kita berkelit. Jamil Azzaini sudah tentu mempunyai seabreg pengalaman dan wawasan, hingga dengan mudah ia membuat konsep hidup. Tertulis pula. Sementara di antara kita masih banyak yang kebingungan dengan tujuan hidupnya sendiri. Alih-alih membuat peta jalan, tempat tujuannya saja masih tidak terpikirkan. Saya mau kemana? Harus bagaimana? Masih terlalu sulit untuk dijawab!
Tapi maklum-maklum saja, wajar-wajar saja, karena manusia biasanya tidak bisa menghindari teknik ATM alias Amati-Tiru-Modifikasi. Namun demikian, teknik ATM tidak akan terlaksana kalau-kalau tidak ada yang ditiru. Ah, jangankan meniru dan memodifikasi konsep hidup orang sukses, Figur orang sukses yang akan kita tiru saja masih juga belum kita temukan. Saya tahu tidak semua orang begitu. Tapi yakinlah, jumlah mereka mayoritas!
Bicara soal menemukan figur, tidak ada cara lain selain memperluas skala silaturrahim dengan memperbanyak kenalan, serta memperluas wawasan. Dan kalau ada kesempatan, jangan segan-segan pula untuk mengenalkan diri kepada orang-orang besar! Siapa tahu, kita akan mendapat imbas kesuksesannya karena mereka tak hanya menyambut, tapi juga membantu memberikan jalan menuju sukses. Tidak ada salahnya kita melakukan itu, kenyataan membuktikan 90% berhasil setelah mengamalkannya. Hei, Anda berani, tidak? Maaf-maaf saja, kalau Anda masih ragu-ragu, jangan harap Anda akan meraih perubahan besar!
Get your inspiration! Mencari inspirasi jelas wajib kita lakukan, tidak bisa ditawar-tawar, tidak bisa ditunda-tunda. Semakin banyak wawasan dan orang yang kita kenal, kita dapat menggali inspirasi dengan memilah dan memilih mana diantara jalan hidup positif yang baik untuk kita tiru. Tidak cukup itu, kita bahkan menang satu langkah karena bebas memodifikasi atau mengombinasi setelah teliti mencermati.
Hei saudara penulis, ini tulisan kok nyuruh nyontek, sih? Hahaha, ini berbeda dengan menyontek waktu ulangan di sekolah. Meski saya tergolong manusia paling membenci contek-menyontek, tapi tidak bisa saya pungkiri, saat-saat sekolah dulu adalah sulit bagi saya terlepas dari aktivitas itu. Hahaha, buka kartu ceritanya!
Kembali ke laptop. Sekali lagi, mencari inspirasi itu penting, sangat penting malah! Ini untuk merangsang otak kanan menjadi kreatif. Karena mengonsep jalan hidup itu butuh otak-otak kreatif. Asal Anda tahu, saya menulis tulisan ini saja untuk menggugah emosi dan otak kanan Anda. Setidak-tidaknya, saya berharap Anda dapat mengambil manfaat dari tulisan ini untuk menjalani kehidupan dengan kreatif. Bagaimana pendapat Anda?
Jumat, 10 Juli 2009
Heart

Suatu ketika, seorang Dosen IAIN ingin membuat terobosan pemikiran Islam. Ia berusaha mengopinikan ijtihadnya yang terkesan sangat berani dengan mengatakan:
”HARAM MENIKAH DENGAN AKHWAT SEKAMPUS!”
Sontak para mahasiswa pun melayangkan protes. Dan dengan serta merta Dosen tersebut dicap dengan sebutan SESAT!!
Setelah suasana kampus semakin tidak terkendali karena kemarahan banyak pihak, akhirnya Si Dosen tersebut dipanggil oleh pihak Rektorat untuk dimintai pertanggung jawaban atas ijtihad ngawurnya tersebut.
Siang itu, massa demonstrasi di depan gedung rektorat sudah tak sabaran. Membentangkan spanduk berisi kemarahan-kemarahan karena ulah Si Dosen. Tak lupa orasi-orasi mereka: ”Aliran sesat agen Barat! Keparat!!”
Di waktu yang sama, di dalam gedung rektorat masih berlangsung diskusi antara Rektor dengan Si Dosen.
”Tolong Pak Dosen, jangan bikin ulah lagi. IAIN kita ini, sudah terkenal sesat. Tolong jangan dibikin tambah sesat lagi.” Keluh Rektor.
”Lho, apa yang saya katakan ini memang benar, Pak Rektor. Bahwa menikah dengan wanita sekampus itu hukumnya HARAM!!!” Si Dosen mempertahankan argumen.
”Kalau begitu, apa dalilnya?”
”Tidak usah pake dalil! Sudah jelas-jelas haram kok!” Si Dosen berkelit.
”Kok begitu? Itu artinya ngawur!” Bantah Sang Rektor.
Tiba-tiba Si Dosen berdiri dari duduknya. Dengan memasang wajah merah padam, tangannya mulai menunjuk hidung Sang Rektor, ”Anda yang ngawur, Anda yang sesat!”, Kontan Sang Rektor terbelalak. Melongo, tak bisa berkata-kata. Dan Si Dosen itu melanjutkan, ”Apakah Pak Rektor sudah pikun, menikah dengan dua istri saja sudah repot. Apalagi menikah dengan wanita sekampus!!”
Hahaha, Dosen edan! Bicara soal menikah (dini), rasa-rasanya sudah menjadi barang yang aneh alias tabu. Tetapi di sisi lain, ”godaan-godaan” datang memberondong dan bertubi-tubi. Tak terhitung mereka yang tergoda, tak terkecuali yang tergabung dalam komunitas Ikhwah. Wajar-wajar saja, karena mereka memiliki hati. Dan saya yakin, yang tersulit bagi Syabab (pemuda) adalah soal menjaga hati.
Ada banyak solusi yang ditawarkan di buku-buku bacaan. Diantaranya: Berpuasa, memperbanyak kegiatan positif, dan sebagainya. Namun pertanyaannya, apakah solusi itu benar-benar solutif..tif..tif..? Bisa menghadang segala bentuk godaan hati? Jawabannya, belum tentu. Malah, salah seorang teman saya sering mengeluh. Sebab, kuwatir puasanya batal gara-gara matanya masih saja jelalatan. Hahaha!
Hei, saya tidak bergurau! Puasa, meski diperintahkan oleh Rasulullah SAW kepada para pemuda jika belum siap menikah, namun hal tersebut tidak serta merta akan menangkis godaan, tapi lebih bertujuan untuk mengalihkan perbuatan.
Lalu bagaimana dong? Hmm, baiklah, baiklah...
Saya sebagai Ketua DPP Partai PJRI (Partai Jomblo Raya Indonesia), akan memberikan dua solusi: Pertama, bergabunglah bersama Partai PJRI. Kami akan memberikan bukti, bukan cuma janji, berupa petuah-petuah sakti seputar jomblo kepada kalian. To be Hight Quality Jomblo!
Kedua, Langsung menikah. Percayalah, solusi yang kedua ini terbukti paling efektif menangkis godaan. Setidaknya, akan membuat hati menjadi aman. Sudahlah, sudahlah, percaya saja. Menikah? Go..go..go..!! (Halah, yang nulis saja belum menikah kok! Hahaha, sabar... Masih ikhtiar!)
Kamis, 09 Juli 2009
Curhat

Suatu hari, salah seorang remaja SMA mengirimkan e-mail kepada saya:
”Dokter cinta yang terkasih. Beberapa waktu lalu, setelah saya menghadiri Bedah Buku dokter, saya langsung bertekad memutuskan hubungan saya dengan pacar saya. Habis...saya selalu tekor dok! Hehehe, tidak ding. Kamsudnya saya sudah mulai faham bahwa hubungan itu salah menurut Islam. Saya khilaf, dan saya mau tobat. Sekarang saya mau mendalami Agama.
”Tapi di saat saya bertekad demikian, adaaa aja yang mencoba menggoda-goda saya. Dua minggu kemarin seorang teman lama saya –sebut saja Bambang- ngajak-ngajak saya cari cewek. Katanya, hidup garing tanpa pujaan hati. Yang menyedihkan, si Bambang ini selalu membujuk saya. Bahkan pake datang setiap hari kerumah saya. Akhirnya, nggak tahu kenapa tiba-tiba tiga hari kemarin saya menyanggupi si Bambang untuk cari cewek.
”Ya ampun! Saya kan udah nggak mau pacaran lagi, tapi kenapa saya menyanggupi si Bambang?! Uh, saya bener-bener kepepet! Saya ngerasa nggak enak sama teman saya itu. Untung saja, sampai sekarang saya nggak pernah ketemu sama dia lagi. Untung! Tapi gimana kalau tiba-tiba dia neror saya pake sms dok? Waduh! Gimana kalau dia datang ke rumah? Terus gimana lagi cara menangkal teman saya itu kalau saya ketemu dia di jalan? Gimanaaaaa....? Bisa gilaaaaaaaaaa....!!
Jawab:
Oukeih... Begini dik Jono (ini pasti bukan nama kamu yang sebenarnya, maka gapapa ditulis disini ya?). Dilihat dari mail yang adik layangkan, terasa ada semacam ketakutan berlebih terhadap teman Dik Jono –si Bambang-. Sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutkan jika adik memiliki trik untuk membalikkan ketakutan itu. Jadi, justru kamu lah yang harus nakut-nakutin dia. Ini bukan berarti kamu harus mulai latihan sumo atau belajar santet karena mungkin dia juga sudah dibekali keterampilan sumo en ilmu santet supaya lebih pede ngajakin orang untuk cari pacar (hehe..nggak nyambung yah?). Tenang saja, kamu cukup mengikuti saran dokter berikut ini:
1. Jika dia sms ngajak ketemuan, ajak dia ketemuan di tempat yang dianggap sepi. Misalnya di kamar, di kebun, atau bisa juga di kuburan.
2. Kalo udah ketemuan terus dia mulai ngajak lagi cari pacar, Dik Jono harus memandang wajah dia dengan pandangan yang mesra (di sini agak butuh latihan supaya bener-bener kelihatan mesra). Jika dia menyadari tatapan mesra tersebut dan kemudian berhenti bicara, maka kamu harus buru-buru menunduk tersipu malu. Jangan lupa bibir Dik Jono juga harus dibuat meyakinkan rasa malu tersebut.
3. Jika dia mulai bicara membujuk kamu lagi, cobalah kamu sedikit merengsek mendekati dia dan duduk menempel di samping dia. Jika dia kembali menghentikan bicaranya gara-gara rengsekan kamu tadi, maka ulangilah acting menunduk malu tadi (jangan lupa bibirnya tetep dipake, jangan ditinggal di toilet! Di sini peran bibir dan mata yang terkesan malu tapi mesra sangat menentukan acting tersebut).
4. Jika dia melanjutkan kembali bicaranya, maka sekarang giliran tengan Dik Jono yang bekerja. Mulailah perlahan-lahan meletakkan telapak tangan Dik Jono di atas paha dia bagian dalam. Ga peduli segede apapun dosa yang Dik Jono punya. Tapi tolong waktu itu wajah Dik Jono harus kelihatan tanpa dosa. Jika dia langsung menghentikan bicaranya, dan malah bergeser tempat duduk menghindar dari Dik Jono, ulangi lagi acting menunduk malu tadi (tetep, mata juga bibir harus kompak).
5. Sekarang, giliran Dik Jono yang ngomong. Mulailah cerita begini, ”Mas Bambang... kemaren-kemaren kan saya kost sekamar ama Rudi... Kalo ada Rudi...saya ngerasa aman... Tidur juga anget... Sekarang, saya dan Rudi sudah tidak se-kost lagi semenjak liburan semester lalu. Mau ga mas Bambang nge-kost berdua ama saya? Plis...! Mau ya mas?”. Pas ngomong “plis...!” letakkan kembali tangan kamu (kali ini kedua-duanya) ke paha dia sembari digoyang dikit. Kamu harus bener-bener kelihatan merajuk waktu minta dia tinggal se-kost berdua ama kamu.
6. Dia mungkin bakal melongo ngeliat apa yang kamu lakukan. Tapi kamu harus melanjutkan serangan. Segeralah mendekati dia lagi dan duduk di samping dia. Sandarkan kepala kamu di bahu dia sambil bilang: ”aku kesepian mas...! Waktu aku ketemu mas Bambang kemaren, aku ngerasa ada getaran yang ga biasa... Sepertinya aku menemukan apa yang aku cari selama ini...”. Kamu ngomong kayak gitu sembari menatap kosong ke depan.
7. Kalo dia langsung lari keluar kamar kamu, berarti resep dokter berhasil. Tapi kalo dia malah memeluk en membelai kamu, sebaiknya kamu segera teriak: ”Tolong...! Ada orang yang mau homoin sayaaaaa...! Toloooong...! Tolooooong!”. Teriaklah sekeras yang kamu bisa supaya tetangga-tetangga pada denger. Hehe... kapok-kapok tuh si Bambang!
Dik Jono, saya salut dengan adik. Sudah berani bertekad meninggalkan pacaran. Selamat! Adik sudah terhindar dari satu aktivitas haram. Kalaupun adik masih digoda oleh teman, diajak-ajak untuk melakukan maksiat, maka katakan dengan tegas, ”TIDAK!”. Jangan ragu-ragu untuk mengatakan dan mempertahankan kebenaran. Katakan bahwa kamu sudah tobat, dan mulai mendalami Islam. Jangan hiraukan kalau adik dibilang sok suci, balikkan aja dengan berkata: dari pada sok najis! Hehe.. Lebih-lebih kalau adik bisa ngajak teman-temannya untuk mendalami Islam pula. Tambah keren tuh...
Okeh, gitu aja ya dik.. mudah-mudahan ada manfaatnya.
Disunting dg artikel dokter DJ OM edisi 23
Pacaran, WAJIB!
Dasar gilaaaa!! Di saat saya sudah berbusa-busa mendeklarasikan gerakan anti pacaran alias GAP di acara-acara training dan bedah buku. Tangan saya juga sudah cape nulisnya tentang haramnya pacaran. Eh, ternyata seminggu kemarin ada yang SMS saya. Ngakunya sih dari pembaca buku saya. Tapi anehnya, SMS ini lain dari yang lain. Isinya berbeda dengan SMS-SMS yang biasa saya terima dari pembaca buku saya. Karena SMS yang satu ini, bermaksud sesumbar! Busyet!!
Saya baca awal kalimatnya. Waduh! SMS ini provokatif sekali! Betapa tidak, terlihat di layar HP saya sebuah tulisan:
PACARAN DALAM ISLAM, HUKUMNYA WAJIB!
Hhh, Berani sekali dia sesumbar dengan ide ngawur begitu. Berdusta atas nama Agama pula? Hmm, neraka benget tuh! Nah, SMS tidak berhenti di situ. Kali ini lebih provokatif, berisi ajakan atau himbauan.
SO, MARI KITA PACARAN!!!
Apyuuuunn!! Neraka loooohhhh!!! (ingat, saat membaca ”loh”, jangan lupa bibirnya maju dikit. Lima centi lah!)
Tapi sejenak setelah itu, saya terbelalak, mataku melotot. Ternyata apa yang dikatakan anak ini memang benar adanya. Justru saya yang salah! Semenjak kejadian itu, saya lantas ikutan berpendapat bahwa pacaran itu...Wajib! (Nah lho?). Hmm... pantesan aja, ternyata di bawah kalimat tadi masih ada penjelasannya.
P – elajari
A – l-Qur’an
C – intai
A – llah &
R – asulullah
A – mar Ma’ruf
N – ahi Mungkar
Hehehe, PEACE! Trimakasih buat +62899553141xx atas SMSnya. Semangat!
Saya baca awal kalimatnya. Waduh! SMS ini provokatif sekali! Betapa tidak, terlihat di layar HP saya sebuah tulisan:
PACARAN DALAM ISLAM, HUKUMNYA WAJIB!
Hhh, Berani sekali dia sesumbar dengan ide ngawur begitu. Berdusta atas nama Agama pula? Hmm, neraka benget tuh! Nah, SMS tidak berhenti di situ. Kali ini lebih provokatif, berisi ajakan atau himbauan.
SO, MARI KITA PACARAN!!!
Apyuuuunn!! Neraka loooohhhh!!! (ingat, saat membaca ”loh”, jangan lupa bibirnya maju dikit. Lima centi lah!)
Tapi sejenak setelah itu, saya terbelalak, mataku melotot. Ternyata apa yang dikatakan anak ini memang benar adanya. Justru saya yang salah! Semenjak kejadian itu, saya lantas ikutan berpendapat bahwa pacaran itu...Wajib! (Nah lho?). Hmm... pantesan aja, ternyata di bawah kalimat tadi masih ada penjelasannya.
P – elajari
A – l-Qur’an
C – intai
A – llah &
R – asulullah
A – mar Ma’ruf
N – ahi Mungkar
Hehehe, PEACE! Trimakasih buat +62899553141xx atas SMSnya. Semangat!
Sabtu, 27 Juni 2009
Rentan berbohong

Ternyata, orang yang pacaran itu cenderung nggak memiliki rasa aman. Selalu ada yang berusaha disembunyikan. Apalagi jika saja mereka sudah berani melakukan hal-hal yang macam-macam. Iya, hampir selalu ada aksi membohongi. Baik bohong kepada orang tuanya sebab doi habis memberikan hadiah yang mahal kepada gebetannya hasil dibelinya dari uang SPP, sampai berbohong karena habis melakukan hal yang aneh-aneh dengan pacarnya. Dan tentu, tidak ketinggalan pula pasti ada kebohongan alias gombal kepada pasangannya. Nah, yang ini jelas karena menjaga privasi, atau karena selingkuh? Ah, pokoknya gitu deh. Selalu merasa panik jika rahasianya terancam terbongkar. Dan akhirnya, sangat rawan untuk berbohong.
Beruntung saya punya rekan yang cerdik mengerjain seseorang. Namanya Ita. Ia pandai sekali ber-action di depan seseorang.
Begini ceritanya,
Waktu itu Ita baru masuk SMU, masa-masa pubernya bikin dia centil dan suka ngerjain orang. Kali ini dia mendapat kata-kata baru buat ngerjain orang.
Hari pertama, dia nelepon teman sekelasnya:
"Rin, gue udah tau semuanya tentang itu..."
"Hah.. Apa? Elu udah tahu semuanya???" Suara disana terdengar lemas."Ta, tolong elu jangan bilang-bilang sama Indri kalo gue udah berani jalan ama cowoknya ya Ta. Gue ada voucher makan di HokBen, elu jangan bilang-bilang yah. Sori gue cuma bisa ngasih itu doang."
"Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue."
Begitu telepon ditutup, Ita langsung teriak girang, "Wah, oke juga nih, gue dapet voucher HokBen !! Coba gue praktekin lagi."
Kali ini Ita masuk kamar kakaknya dan langsung bicara pelan didekat kuping kakaknya tersebut yang lagi tiduran.
"Kak, gue udah tau semuanya. Ternyata gitu ya, Kak."
Kontan Kakaknya langsung bangun, mengambil sebuah kunci dan berbisik pada Ita, "Ta, lu boleh pake mobil sebulan penuh, plus gue kasih bensinnya. Tapi jangan bilang Papa kalo gue pacaran, yah!!!"
"Beres!"
Ita benar-benar girang, kali ini giliran dia mencegat Papanya yang baru pulang kerja. "Pah,." Ita mengejar Papanya yang cuek bebek. "Pah, Ita mau ngomong."
"Ada apa sih, Ta ?!! Papa capek nih..."
"Ita udah tau semuanya, Pah..."
Mendadak Papanya celingukan, mengeluarkan HP dan menelepon seseorang, "Ta, Credit Card kamu udah Papa aktifkan lagi. Tapi...”, Papanya mendekat dan membisiki telinga Ita, ”...Jangan pernah bilang Mama soal si Ijah."
SMS

Jojoba. Mungkin itu adalah kata yang sering nempel di wajahku. Pasalnya, mulai dari lahir sampai kuliah sekarang aku gak punya pacar. Status yang katanya kebanyakakn orang memalukan. Mulanya aku tak peduli. Tapi setelah aku lihat temen-temen yang punya pacar, mereka jauh lebih bahagia dari pada aku. Ada yang ditempatin buat curhat, ada yang diajak ngobrol, ada yang nganterin, pokoknya bisa dijadikan soulmate lah. Mungkin itu beberapa alasan yang sering aku dengar dari temen-temen. Dan sepanjang yang aku amati memang demikian adanya. Hatikupun tergugah. Pokoknya Februari ini, sebelum hari Valentine, aku harus mendaparkan cowok. Bagaimanapun caranya.
Telunit...telunit, HP bututku berbunyi. Aku harap ada SMS nyasar dari cowok ganteng, kaya, pengertian dan soleh diseberang sana. (ngimpi kali ya, mana ada cowok soleh yang mau pacaran?). Kubuka SMS di HP ku. Comer yang tak kukenal.
Pertama kali ku jumpa denganmu
Tak bisa kulupakan wajah itu
Wajah yang penuh keteduhan
Hariku semakin bergetar
Kala kau ulurkan tanganmu dan berkata
”Pak, Sak welase (kasihani saya) Pak, belum makan dua hari...”
He3x...PEACE!!
Kurang ajar, siapa neh orang. Kukira emang ada cowok yang bener-bener mau naksir aku. Kutekan keypad delete > YES. Huh...a bad day. Aku pulang dengan hati yang agak dongkol. Apa kau yang harus nembak duluan ya? Tapi aku kan cewek? Kayaknya aku harus ngerubah penampilan deh. Cowok kampus biasanya suka ama cewek yang feminin, lembut, ngerawat diri and smart. Tapi apa kata dunia nanti kalo aku berdandan seperti itu. Jangankan pakai bedak en lipstik, mandi aja aku jarang. Habis,... praktikum di ITS membuatku tak sempat mandi. (sorri ini alasan). Tapi demi dapet cowok, aku musti berbenah. Pasti kali ini aku bakalan dapet. Secepat kilat kuhampiri cermin. Kupandangi wajahku. Gak terlalu jelek walaupun kurang strategis. Otak? Gak bodo-bodo amat kok. Ya..kayaknya hanya penampilan yang harus aku rubah. Tomorrow, yap... tomorrow will be unforgotable day for me!!
Besoknya.................
Gila!! Nih sandal apa bangku seh? Hak-nya tinggi banget, kakiku kaku-kaku. Rok ini lagi, aduuh..... ribet amat. Eh...tuh dia temen-temen, aku harus pasang senyum 227. 2 meter ke kiri, 2 meter ke kanan, tahan selama 7 detik 7 menit 7 jam 7 hari 7 malam. Pokoknya smile everytime lah. Seperti disambar petir di siang bolong, laksana badai diteriknya matahari, temen-temen melongo ngliat perubahanku. Ahh..pasti mereka terpesona. Paling tidak... ada lah yang nyantol satu dua orang (he3...pede amat). Smile ku terus mengembang. Sampai gigiku garing. Hari terus berjalan dan juga ikut tercengan melihat perubahanku.
Aku kali ini makan siang di kantin. Biasanya aku gak pernah makan disini. Soalnya lumayan mahal. Bisa tekor aku nanti. Tapi sekali-kali gak papa lah soalnya anak kantin biasanya cakep-cakep siapa tahu ada yang nyantol satu dua tiga (jemuran kali).
Telunit...telunit........ ada SMS masuk. Moga memang bener-bener ada cowok yang suka ama aku. Valentine kuran 5 hari lagi. Aku harus berhasil. Kubuka SMS nya. Nomer yang tak kukenal.
Hari in kulihat wajahmu semakin bersinar.
Deska, kamu tu: Cantik, cukup umur, kulitmu bagus, sehat...
Tunggu aku tahun depan ya...?! Akan ku jemput kau…
Oh…tidaaak neh siapa ya, pasti dia salah satu temen sekampusku yang kesengsem ama penampilanku. Hariku jadi berbunga-bunga. Akhirnya dapet cowok juga. Oh..yes..yes..yes. SMS itu segera kubalas. Ku arahkan keypad ku ke bawah untuk menekan tombol proceed dan betapa terkejutnya aku ternyata SMS itu belum berakhir. Ada tambahan kalimat yang membuat ubun-ubunku menguap.
...PANITIA KURBAN IDUL ADHA...
Kurang ajaaarr! Aku menuju kasir. Membayar nasi rawon yang tidak aku habiskan karena bibirku udah nyonyor kena sambel. Sebel..sebel..sebel..!!!
* Dibajak dari tulisan Kana Sang Outlier; OpenMind Minimagz edisi 23.
Langgan:
Entri (Atom)
